Back to HomeDigital Media & eCommerce

Retail Media Networks

Ketika Marketplace Menjadi Mesin Iklan Terbesar (2026)

Written By

Samuel Christian

Samuel Christian

eCommerce & Digital Marketing

Date

27 Mar 2026

Read Time

10 menit

Selama satu dekade, Google dan Meta (Facebook/Instagram) memegang kunci gerbang perhatian konsumen. Namun, lanskap 2026 menunjukkan pergeseran drastis: Marketplace bukan lagi sekadar tempat transaksi, melainkan raksasa periklanan yang paling efisien. Artikel ini membedah mengapa Retail Media Networks (RMN) berhasil merebut porsi kue iklan dan mengapa praktisi digital yang gagal beradaptasi akan terjebak dalam metrik yang tidak relevan.

2. Akurasi Data Closed-Loop

Masalah terbesar setiap Performance Marketing Manager adalah atribusi: "Apakah iklan saya benar-benar menghasilkan penjualan?"

Dalam iklan tradisional (misal: iklan Meta yang mengarah ke website), sering terjadi kebocoran data. Namun, di Retail Media, kita mencapai Closed-Loop Attribution:

ROAS = Total Revenue from Ad ÷ Total Ad Spend

Karena klik dan konversi terjadi di bawah satu atap, margin kesalahan dalam pelaporan hampir nol. Bagi Digital Leaders, ini adalah kepastian investasi. Kita tidak lagi menebak-nebak Customer Acquisition Cost (CAC) — kita menghitungnya secara presisi.

4. The Shift in P&L: Advertising as a Profit Engine

Mengapa marketplace begitu agresif? Margin.

Margin dari penjualan barang fisik mungkin hanya 5–15%. Namun, margin dari menjual ruang iklan digital di dalam aplikasi mereka bisa mencapai 70–90%. Mungkin, inilah yang membuat perusahaan seperti GoTo atau Sea Ltd kini lebih fokus pada Merchant Services daripada sekadar volume transaksi (GTV).

Iklan adalah salah satu cara yang menurut saya akan menjadi sangat masuk akal untuk mereka mencapai profitabilitas yang sustain.

5. Strategic Takeaways: How to Win in 2026

Ide-ide pribadi saya (sombong banget kalau sok-sok-an bikin "How to win" 😄)

Berikut beberapa ide yang menurut saya layak dipertimbangkan oleh para praktisi dan digital leaders:

Move Beyond ROAS to iROAS

Jangan hanya melihat Return on Ad Spend. Fokus pada Incremental ROAS — apakah iklan tersebut membawa pembeli baru, atau hanya membiayai pembeli setia yang memang akan membeli tanpa iklan?

Full-Funnel Integration

Jangan pisahkan tim eCommerce dan tim Brand Marketing. Di Retail Media, keduanya harus menyatu karena jalur dari awareness ke purchase kini hanya berjarak satu klik.

The T-Shaped Professional

Praktisi masa depan bisa mulai mempelajari cara kerja bidding algorithm (Data) sekaligus paham cara membuat konten yang scroll-stopping (Creative).

Conclusion

Selamat datang di era Triopoly: Google, Meta, dan Marketplace (Amazon/Shopee/Tokopedia). Dominasi dua pemain besar telah berakhir. Retail Media bukan lagi sekadar opsi "pencuci gudang," melainkan pusat dari strategi pertumbuhan brand global di masa depan.

Artikel terkait: Marketplace SEO 2026: Cara Optimasi Produk di Shopee & Tokopedia